1. HOME
  2. RAMADAN SERU

Bubur Suro, Kuliner Khas Warga Sungai Musi Tiap Ramadan Menjelang

Tiap daerah tentu saja memiliki hidangan khas Ramadan tapi rasanya asal usul Bubur Suro ini yang paling menarik.

© Merdeka.com. ©2017 Kapanlagi.com Editor : Agista Rully | Jum'at, 02 Juni 2017 13:18

Kapanlagi.com - Sebagai negara majemuk, Indonesia selalu menyimpan kekayaan baik budaya, tradisi, maupun kuliner. Bahkan di bulan istimewa seperti Ramadan kali ini, masing-masing daerah punya ciri khas kuliner tersendiri. Sebut saja Bongko Kopyor asal Gresik dan Asida khas Indonesia Timur.

Tak melulu takjil alias makanan yang manis-manis, ada juga main course yang selalu ada dan tak pernah absen di bulan penuh berkah ini. Main course yang jadi favorit sekaligus ditunggu-tunggu warga pinggiran Sungai Musi adalah Bubur Suro. Konon bubur ini memiliki sejarah yang cukup menarik untuk disimak juga!

Dilansir dari merdeka.com, seorang pembuat bubur Suro, Hasyim menjelaskan bahwa bubur khas warga Musi ini telah ada sejak berdirinya Masjid Suro pada tahun 1834. Bubur ini awalnya hanya ada di Masjid Almahmudiyah atau dikenal sebagai Masjid Suro, tak heran bila bubur ini dinamakan serupa.

Bubur Suro, sajian khas Masjid Suro Palembang tiap bulan Ramadan sejak tahun 1834 © Merdeka.com

Karena rasanya yang nikmat, kesohoran bubur ini menyebar ke berbagai Mushala di kampung pinggiran Sungai Musi. "Bubur Suro telah menjadi kebiasaan warga kami, ditunggu setiap Ramadan," jelas Hasyim.

Tiap bulan Ramadan, warga setempat berbondong-bondong menyumbang beragam makanan sebagai menu buka puasa. Ada yang menyumbang makanan siap saji, ada juga yang menyumbang bahan mentah seperti beras, daging, rempah-rempah, dan lain sebagainya.

"Bahan-bahan (mentah) itulah yang dimasak, dicampur semuanya. Jadilah bubur yang rasanya enak, beda dari bubur-bubur lain. Makanya disebut bubur Suro," imbuh pria berusia 60 tahun tersebut.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bubur ini berasal dari sumbangan masyarakat setempat © Merdeka.com

Sejak 283 tahun yang lalu, bubur ini selalu dibuat di masjid setempat. Namun saat ini hanya ada dua orang yang ditunjuk pengurus masjid untuk membuat bubur yang digilai warga setempat tersebut. "Tidak asal-asalan, sekarang dua orang yang membuatnya."

Bubur Suro sendiri dibuat selama tiga jam dari pukul 14.00 WIB dan baru dibagikan pada pukul 17.00. Setiap harinya, pengurus masjid membuat sedikitnya 200 porsi bubur Suro untuk dibagikan pada warga baik anak-anak maupun orang dewasa. Ingin mencicipi rasanya? Coba mampir ke sekitaran Jalan Ki Gede Ing Suro, Ilir Barat, Palembang ya KLovers ;)

(mdk/agt)

  1. Menu Favorit Puasa Selebriti
  2. Fakta Unik Dan Aneh
  3. Wonderful Indonesia
KOMENTAR ANDA